PKS Solo Jaring Balon Internal

Tahun 2015,Kota Bengawan itu bakal menggelar pesta demokrasi tahunan yang dikenal dengan pemilihan kepala daerah (Pilkada). PKS bersiap-siap mengusung balon internal dengan melakukan penjaringan kader internal DPD PKS Kota Solo

Jadwal Tahapan Pilkada Solo 2015

Tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Solo 2015 bakal dimulai pada Oktober 2015. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo sudah menyusun tahapan Pilkada 2015 mulai dari pemutakhiran data pemilih, pembentukan lembaga penyelenggara pemilu, dan sosialisasi

Antrean Petani Beli BBM

Puluhan warga antre membeli bahan bakar minyak (BBM) premiun di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jetak, Kabupaten Sragen, Rabu, 27 Agustus 2014. Mereka rela antre jeriken selama enam jam di SPBU tersebut karena adanya kebijakan pembatasan BBM dari pemerintah pusat.

Antrean BBM Mengular di Sragen

Antrean warga mengular saat membeli bahan bakar minyak (BBM) premiun di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jetak, Kabupaten Sragen, Rabu, 27 Agustus 2014.

PARTAI DEMOKRAT

Lambang bintang mercy Partai Demokrat. Di Solo, partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono hanya memiliki tiga kursi di DPRD Solo

Tampilkan postingan dengan label Solo Raya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Solo Raya. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 April 2015

Solo Utara Jadi PR Berat Wali Kota Baru

"Pasar Gede Solo merupakan simbol ekonomi Kota Bengawan"


(SURAKARTA)—Wali KotaSurakarta periode 2015-2020 memiliki pekerjaan rumah (PR) yang berat, yakni pengembangan kawasan Solo (Surakarta) utara. Pengembangan kawasan Banjarsari dan Jebres itu dianggap belum optimal selama dua periode kepemimpinan Wali Kota Solo Joko Widodo (Jokowi)  dan F.X. Hadi Rudyatmo, yakni periode 2005-2010 dan periode 2010-2015.
PR kepala daerah tersebut muncul dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) di DPRD Kota Surakarta, Kamis 9 April 2015. Rapat itu membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Akhir Masa Jabatan (AMJ) Wali Kota Solo 2010-2015 bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta..
Salah satu anggota Banggar, Supriyanto, menilai pengembangan kawasan Solo utara tidak optimal terutama di sektor ekonomi dan infrastruktur. Upaya engembangan kawasan Solo utara, kata Supriyanto, masuk prioritas dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2010-2015.
“Saya lihat aspek ekonomi di Solo utara tak tampak. Infrastruktur juga baru saja dibangun, seperti Jembatan Banyuanyar, Jembatan Sungai Gajah Putih, dan Jembatan Komplang. Infrastruktur itu belum jadi daya tarik para investor,” tutur Supriyanto.

Anggota Banggar dari Solo Utara, M. Edy Jasmanto, menyoal kinerja riil Pemkot di kawasan Solo utara. Dia melihat akses jalan ke RSUD Ngipang tidak memenuhi syarat karena kurang lebar. Kalau Pemkot serius, Edy memprediksi pelebaran akses jalan ke RSUD Ngipang bisa terlaksana. “Kalau fasilitas yang ada di Solo utara memadai, para investor pasti datang sendiri,” imbuh Edy.(ok)

Sabtu, 11 April 2015

Spanduk dan Baliho Calon Bupati Sragen dari PDIP menjamur

BALIHO CABUP--Tiga baliho milik cabup bertebaran di sepanjang Jalan Solo-Sragen, tempatnya di Mungkung, Sidoharjo, Sragen, Minggu, 12 April 2015. Baliho-baliho itu dijumpai sebelum memasuki gapura batas kota Sragen.


(SRAGEN)--Spanduk dan baliho sosialisasi calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang bakal maju dalam Pilbup atau Pilkada Sragen 2015 menjamur. Atribut sosialisasi tersebut bertebaran di Jalan Solo-Sragen dan sebagian wilayah jalan protokol Bumi Sukowati.
Spanduk dan baliho itu masih dijumpai hingga Minggu, 12 April 2015. Padahal pilkada serentak dijadwalkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sragen pada Desember mendatang. Sebagian besar spanduk dan baliho itu milik para cabup dari PDIP, seperti Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Budiono Rahmadi, Sugiyamto, Sutimin, dan Bambang Samekto.
Kusdinar Untung Yuni Sukowati merupakan putri mantan Bupati Sragen, Untung Wiyono. Perempuan berhijab yang akrab disapa Yuni itu sempat menjadi cabup pada Pilbup 2011 lalu. Namun Yuni yang berpasangan dengan Darmawan dengan nama beken Yuda terpaksa harus kalah dengan pasangan Agus Fatchur Rahman dan Daryanto atau Ada. Obsesi Yuni untuk meneruskan perjuangan ayahanda masih menggelora dan akan dibuktikan dalam pilbup 2015.
Budiono Rahmadi merupakan bos Dadi Group asal Masaran. Budiono yang kini memimpin Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Sragen berani berspekulasi masuk ke dunia politik. Sebelumnya, Budiono hanya sebagai pengamat politik yang tak pernah muncul di permukaan. Dia mengamati bagaimana pola pemenangan Yuliatmono dalam Pilbup Karanganyar dan kemenangan pasangan ADA di Sragen.
Nama Sugiyamto tak asing di telinga para politikus dan birokrat Sragen. Sugiyamto sempat menjabat Ketua DPRD Sragen pada periode 2009-2014. Sugiyamto juga dikenal sebagai Sekretaris DPC PDIP Sragen mendampingi Bambang Samekto yang kini masih dipercaya sebagai Ketua DPC PDIP Sragen. Kendati baliho dan spanduk Bambang Samekto yang akrab disapa Totok itu banyak bertebaran, namun Totok tidak boleh mencalonkan diri sebagai cabup. Ketika Totok mencalonkan diri sebagai cabup maka harus melepas baju Ketua DPRD. Hal itu pernah dilakukan Yuni dalam Pilbup Sragen 2011. Yuni yang semula menjadi Ketua DPRD Sragen juga mundur dari kursi Ketua DPRD dan kursi anggota DPRD Sragen.
Nama yang masih asing adalah Sutimin. Kendati belum familiar, spanduk Sutimin beredar di mana-mana. Tidak hanya di Masaran dan Sidoharjo tetapi juga meluas hingga Karangamalang, Ngrampal, Sambirejo, dan sejumlah wilayah lainnya di Bumi Sukowati.
Aparat Satpol PP terpaksa harus mencopot spanduk yang melanggar ketentuan, seperti di jalan protokol, taman kota, dan sekitar tempat ibadah serta tempat pendidikan. Sedikitnya ada 10 lembar spanduk yang dilepas Satpol PP (Solopos, 8 April 2015).
Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Sragen, Giyadi, menilai spanduk dan baliho itu hanya sebatas media sosialisasi. Dia menyebut belum ada aturan yang mengatur tentang pemasangan alat peraga karena belum masuk masa kampanye.(ok)

Hadapi Pilbup 2015, KPU Sragen bukan Lomba Maskot


Untuk menyambut Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Sragen 2015, KPU Kabupaten Sragen mengajak masyarakat umum untuk mengikuti lomba Maskot sebagai berikut :
A. TEMA MASKOT
“Mari memilih Bupati dan Wakil Bupati Sragen secara demokratis dan berkualitas”
B. MATERI MASKOT
1. Dapat berbentuk Manusia, Binatang, Atau Obyek lainnya yang dapat dianggap
menyerukan dan mengajak masyarakat mengikuti Pemilihan Bupati dan Wakil
Bupati Sragen dengan demokratis dan berkualitas
2. Dapat mampu mempresentasikan ciri khas Kabupaten Sragen, kepada masyarakat
luas dalam event pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sragen 2015
3. Maskot yang singkat dan padat.
4. Tidak mengandung unsur Pornografi dan SARA (Suku Agama Ras dan Antar
Golongan)Bupa
ti dan Wakil Bupati Kabupaten Sragen Tahun 2015
C. SYARAT DAN KETENTUAN LOMBA
1. Lomba terbuka untuk masyarakat umum Warna Negara Republik Indonesia (WNI),
kecuali Anggota KPU Kabupaten Sragen, dan Panitia Lomba;
2. Pengiriman diterima oleh Panitia paling lambat tanggal 5 Mei 2015;
3. Desain maskot harus dibuat dalam 3 (tiga) dimensi yang menampilkan bagian
depan,belakang, dan samping;
4. Maskot wajib disertai deskripsi tertulis tentang bentuk, warna, dan makna pada
kertas mputih ukuran A4, dengan kelengkapan berkas antara lain :
· 1 (satu) buah CD (Compact Disc) berisi karya asli berbentuk file digital (jpeg, bmp, gif);
· 1 (satu) buah printout karya dengan ukuran 21 x 29,7 cm (A4);
· Surat pernyataan lomba bermeterai (Form dapat diperoleh di website KPU
Kabupaten Sragen dan di Kantor KPU kabupaten Sragen)
· Fotocopy KTP Peserta
5. Maskot harus hasil karya sendiri (original), belum pernah dipublikasikan dan belum
pernah diikutkan lomba manapun;
6. Satu orang peserta diizinkan mengirimkan maksimal 3 (tiga) maskot dalam amplop
terpisah;
7. Mekanisme Pengiriman :
· Berkas dimasukkan ke dalam amplop coklat tertutup. Pada sudut kiri atas ditulis LOMBA MASKOT .
· Dialamatkan kepada :
Kantor KPU Kabupaten Sragen
Jl. Letjend. Sutoyo No. 74, Sragen
No Telpon : (0271) 890461
8. Untuk nominasi 3 Besar, diwajibkan untuk mempresentasikan hasil karyanya di
hadapan Juri.
9. Nominator diwajibkan membuat Prototipe dengan Spek Ukuran 20 x 20 x 20 cm
10. Pengumuman Pemenang tanggal 15 Mei 2015 melalui Website dan ditempel di
Kantor KPU Kabupaten Sragen
11. Apabila diperlukan Revisi, Panitia bersama Pemenang dapat merubah karya secara
bersama-sama
12. Keputusan Dewan Juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat;
13. Maskot yang dikirimkan sepenuhnya menjadi hak dan milik KPU Kabupaten
Sragen.
D. HADIAH
a. Uang Tunai :
Juara 1 : Rp. 6.500.000,-
Juara 2 : Rp. 2.500.000,-
Juara 3 : Rp. 1.500.000,-
b. Piala dan Piagam

Senin, 25 Agustus 2014

Rekomendasi DPP Syarat Mutlak Rudy Maju Pilkada 2015

Logo Pilkada

Berbagai media massa lokal beberapa kali menyebut F.X. Hadi Rudyatmo bakal bersaing dalam bursa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2015. Rudy yang menjadi panggilan akrab Wali Kota Solo tentunya harus mendapatkan rekomendasi dari Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri. Maklumnya mekanisme di internal PDIP wajib hukumnya tegal lurus dari DPP atau Ketua Umum.
Ketika Rudy maju pun tentu tidak bisa hanya sendirian, tetapi membutuhkan figur pendamping yang bisa mengangkat popularitas menjelang Pilkada 2015. Waktu yang tersisa kurang dari setahun menuntut munculnya banyak spekulasi memunculkan bakal calon (balon) kepala daerah. Sosiolog Universitas Sebelas Maret Surakarta, Drajad Tri Kartono, saat berbincang dengan para wartawan, Jumat, 22 Agustus 2014, memberi analisis yang cukup berbobot terkait dengan dinamika politik yang kemungkinan terjadi pada Pilkada 2015. Analisis Drajad ini didasarkan pada pengalaman empiris pada Pilkada-Pilkada Solo sebelumnya (Pilkada 2005, Pilkada 2010). Drajad menggaris bawahi sosok JokoWidodo (Jokowi) sebagai figur inovatif yang paling tepat untuk mendampingi Rudy yang dianggap memiliki kemampuan dalam manajemen sosial.
Sosok seperti Jokowi inilah yang dibutuhkan Rudy dan Solo untuk masa-masa mendatang. “Pak Rudy sangat dibutuhkan di Solo ini. Beliau berhasil menjaga Solo tenang. Pak Rudy memiliki manajemen sosial yang luar biasa sehingga siklus konflik sosial 18 tahunan yang diprediksikan Pak Sudarmono tidak meledak di kota ini. Konflik yang muncul hanya di internal keraton saja,” kata Drajad.
Rudy harus mencari pendamping yang mumpuni dengan manajemen produk atau manajemen kota. Isu-isu agama masih sensitif di Kota Berseri dan harus menjadi pertimbangan siapa pun yang ingin maju Pilkada 2015, termasuk Rudy sendiri. Siapa pun balonnya harus mampu mengakomodasi perwakilan dari partai-partai yang berasaskan agama atau perseorangan yang bisa mewakili elemen yang ada, seperti figur Jokowi. Duet Jokowi-Rudy pada Pilkada 2005 dan Pilkada 2010 mampu mewakili semua elemen di Kota Bengawan ini.


Parpol bersiap-siap sambut Pilkada 2015

Dinamika politik di Solo terus menghangat mengingat tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2015 dimulai Oktober 2014. Sejumlah partai politik (Parpol) tentunya mulai bersiap-siap untuk menjalin komunikasi, baik di internal maupun eksternal. Seperti Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bersiap membentuk Tim Optimalisasi Musyarakah (TOM), sebuah tim yang dibentuk untuk melakukan penjajakan koalisi dan penjajakan nama-nama yang muncul dari hasil survei internal.
Dua orang petugas Satpol PP menertibkan atribut kampanye milik pasangan calon presiden (capres)-calon wakil presiden (cawapres) tertentu di wilayah Banjarsari, Solo, Juni 2014 lalu.
Ketua DPD PKS Solo, Sugeng Riyanto, masih membuka peluang koalisi dengan parpol mana pun, seperti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Hanura, Gerindra, dan partai lainnya. Banyak peluang tokoh yang bakal muncul dalam bursa Pilkada 2015.

Daftar perolehan suara dan kursi parpol
No   Parpol               Perolehan Suara    Kursi
1      PKS                    19.562 suara       5 kursi
2      PDIP                 152.250 suara     24 kursi
3      Golkar                 19.876 suara       4 kursi
4      Gerindra              22.102 suara       3 kursi
5      Demokrat            15.215 suara       3 kursi
6      PAN                   22.716 suara       4 kursi
7      PPP                    10.662 susra       1 kursi
8      Hanura                14.647 suara       1 kursi
Keterangan:
Jumlah kursi        :45 kursi
Jumlah suara sah : 297.073 suara
Sumber: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo.

Hasil Pileg 2014 menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan Pilkada di Solo. Termasuk hasil pemilihan presiden dan wakil presiden (Pilpres) juga menjadi dasar dalam perhitungan politik Pilkada 2015, mengingat salah satu capresnya, yakni Joko Widodo (Jokowi) berasal dari Kota Solo. Kota Berseri ini tentunya membutuhkan figur seperti Jokowi yang dikenal sebagai tokoh inovatif. Gebrakan-gebrakan pembangunan selama memimpin di Solo menjadi indikator keberhasilan Jokowi. Maka tidak mustahil bila dalam Pilpres 2014, Jokowi memiliki perolehan suara 84%.
Bagaimana kriteria calon Wali Kota Solo, idealnya merujuk pada kriteria yang ada pada diri Jokowi. Kriteria itu di antaranya;
1. Beriman dan Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Amanah
3. Lebih baik bukan orang dari partai politik (parpol), melainkan dari kalangan profesional atau pengusaha.
4. Memiliki kredibilitas, capabilitas, dan berjiwa negarawan.
5. Memiliki kemampuan secara finansial dan mapan secara ekonomi.
6. Memiliki elektabilitas yang memadai.